Mimpi Burukku

Mimpi Burukku

Awal tahun 2012 suamiku jatuh sakit yang mana pipinya berubah menjadi perot. Awal mula kejadiannya hari sabtu suamiku minta injin mengantar adikku ke kota Tulung Agung. Selama perjalanan menuju ke sana suamiku mau buang air kecil dan dia berhenti di sebuah kamar kecil yang berada di bawah pohon besar. setelah semuanya selesai suamiku bersama adikku melanjutkan perjalanan ke Tulung Agung. Sesampainya di sana mereka menaruh kayu yang telah dimuatnya. Mereka beristirahat hanya 1 jam. Setelah badan mereka dirasa sudah tidak lelah mereka naik mobil dan melanjutkan perjalanan untuk pulang. Minggu sore suamiku tiba di rumah dan tidak mandi dia langsung tidur. Keesokan harinya suamiku bangun pagi dan duduk di kursi ruang tamu dengan pandangan mata yang kosong. Aku mendekatinya dan aku menyuruhnya untuk menceritakan perjalanannya. Tapi saat bercerita saya melihat ada yang aneh di wajahnya. Aku terus mengamati saat dia menceritakan hal-hal yang agak aneh.kuamati lagi wajahnya dan kata-katanya ternyata keanehan di wajahnya sudah aku temukan.kini wajahnya jadi perot dan kata-katanya yang terucap jadi terbata-bata.”Ohh ternyata suamiku sakit” gumam dalam hatiku. Aku mencoba bertanya dengan nada pelan “ apakah pean sakit?” “tidak aku tidak sakit , tidak ada yang terasa sakit dalam tubuhku”. Jawab dia sambil terbata-bata. “Kok kalau berbicara seperti itu?” tanyaku lagi dengan perasaan ingin tahu lebih dalam. Saat ku Tanya dia hanya tertawa dan ternyata tawanya menjadi perot. “Hei pean perot “