TENTANG AKU

TENTANG AKU

Saya terlahir dari keluarga broken home. Orang tua saya berpisah saat usia saya 3 bulan. Saya tinggal bersama ibu dan nenek. Perjuangan hidup yang sangat berat ketika kami bertiga harus bekerja keras untuk mencari sesuap nasi dan biaya sekolah saya. Saat itu ibu  dan nenek saya hanya bekerja sebagai buruh di perkebunan apel. Pendapatan pun tidak tentu. Kadangkala setiap hari minggu saya pun ikut bekerja untuk menambah uang jajan.

Hidup saya begitu terpuruk karena adanya pertikaian ayah dan ibu saya. Setiap ayah saya mengajak saya kerumahnya, ibu saya pasti akan melarang. Saya tahu saat ini jika itu dilakukan ibu saya karena, beliau takut kehilangan saya. Saat saya naik ke kelas 6, Ibu saya berpikir bagaimana cara supaya saya bisa melajutkan sekolah dan menggapai cita-cita saya. Ibu saya pun pergi bekerja keluar kota sebagai pembantu rumah tangga. Selama bertahun-tahun ibu bekerja dengan keras, menyisihkan uang sedikit demi sedikit untuk kehidupan saya dan nenek saya dikampung. Alhamdulillah ibu mendapatkan juragan  yang sangat baik. Terkadang ketika saya menyusul ibu saya, beliau selalu menyayangi saya seperti anak sendiri.

Namun, ada satu hal yang membuat saya terkadang merasa tersisihkan yaitu saat ibu saya lebih menyayangi anak asuhnya dari pada saya. Ada rasa kecewa, marah dan semua perasaan saya bercampur aduk disana. Lambat laun ketika saya sudah beranjak dewasa saya mulai memahami semua, mensyukuri apa yang sudah Allah takdirka kepada saya.Perjuangan Ibu dan nenek saya untuk membesarkan saya sangatlah besar. Oleh sebab itu tekad saya saat lulus dari SMA adalah tidak lagi memberatkan mereka. Saya akan berjuang sekuat tenaga untuk membahagiakan mereka entah bagaimanapun caranya. Meski kadang rasa putus asa itu ada.

Akhirnya saat ada lowongan pekerjaan di sebuah sekolah di desa saya, saya memberanikan diri untuk masuk meski saat itu saya harus resign dari pekerjaan saya yang lama. Hal ini saya lakukan juga karena dorongan dari ibu dan orang sekitar saya. Saya pun terjun ke sekolah dengan banyak mimpi, meski awalnya gaji yang saya terima lebih kecil dari pekerjaan saya dulu. Hampir marah dan berontak saat itu.